BEM STTIF BOGOR

Kurikulum Pendidikan Indonesia yang Berganti-ganti

Tahukah kalian , bahwa Indonesia pernah menerapkan kurikulum pendidikan yang berbeda-beda lebih dari 8 kali?, apasih kurikulum itu?,lalu apa pentingnya kurikulum bagi pendidikan di suatu negara? Mari kita simak penjelasan singkat mengenai kurikulum dan pengaruh kurikulum bagi pendidikan di suatu negara.

Menurut buku PANDUAN MANAJEMEN MUTU KURIKULUM PENDIDIKAN oleh MohSarah Rara Nesia-RIL 2017 (atau skhole 2017) mengajar. Kurikulum juga merupakan jantung yang menentukan baik buruknya suatu pendidikan.

Nah dari penjelasan singkat diatas kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan disuatu negara, sekarang kita akan mengenal berbagai kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia dari tahun 1945 hingga 2018.

  1. Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947

Kurikulum pertama yang digunakan Indonesia pada masa kemerdekaan ini menggunakan istilah yang berasal dari bahasa Belanda yaitu Leerplan  yang artinya rencana pelajaran.Arah pendidikannya bersifat politis,yang berfokus pada pendidikan karkter,kesadaran bernegara dan masyarakat,dengan asas pendidikan yang ditetapkan oleh Pancasila.

  1. Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952

Kurikulum 1952 merupakan kurikulum 1947 yang disempurnakan.Kurikulum ini lebih terperinci disetiap mata pelajarannya  yang mengarah pada sistem pendidikan nasional.Setiap guru mengajarkan satu mata pelajaran dan pelajaran tersebut dihubungkan dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

  1. Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964

Melalui kurikulum ini pemerintah mengharapkan rakyat Indonesia mendapatkan pengetahuan akademik untuk mempersiapkan masuk ke jenjang SD.Pembelajarannya difokuskan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

  1. Kurikulum 1968

Pada masa Orde Baru ini kurikulum 1968 diberlakukan yang betujuan membentuk manusia pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.Pada kurikulum ini pembelajaran akademik lebih berfokus pada teori dan kurang menhubungkannya kedalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kurikulum 1975

Kurikulum 1975 dipusatkan pada pendidikan lebih efektif dan efisien. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

  1. Kurikulum 1984

Kurikulum ini menggunakan model yang disebut dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Siswa diposisikan sebagai subjek belajar bukan hanya mengamati sesuatu tetapi siswa dituntut untuk dapat mengelompokkan ,mendiskusikan hingga melaporkannya.Kurikulum ini menekankan pada pendekatan proses keahlian dan merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975 tidak hanya proses.

  1. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia ,pemerintah memadukan kurikulum kurikulum sebelumnya dan disatukan dalam kurikulum 1994 . Namun rencana tersebut belum berhasil yang disebabkan oleh beban  belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain,karena itu kurikulum ini banyak dikritik dan dikenal dengan kurikulum yang super padat.

  1. Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

Kurikulum 2004 disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), mengandung tiga unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.

  1. Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Kurikulum 2006 tidak jauh berbeda dengan Kurikulum 2004. Pada kurikulum ini guru diharapkan dapat mengembangkan silabusnya sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya,lalu hasil dari pengembangan setiap mata pelajaran  tersebut disatukan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

  1. Kurikulum 2013

Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku.Pada tahun 2018 ini diharapkan seluruh sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013

Indonesia memang sering menerapkan kurikulum yang berbeda , hal itu karena kurikulum yang diyakini dapat menunjang keberhasilan pendidikan di Indonesia nyatanya belum dapat terealisasikan dengan baik sehingga pemerintah selalu mencoba dengan berbagai cara yang diharapkan dapat memajukan pendidikan di Indonesia ,walaupun memang selalu terdapat pro dan kontra di setiap kebijakannya namun hal yang perlu kita sadari adalah kita sebagai warga negara harus kritis dan pro aktif terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, selain mengkritik kita juga dituntut dapat memberikan saran dan terus mendukung pemerintah untuk mewujudkan kurikulum pendidikan di Indonesia yang lebih baik agar pendidikan di Indonesia dapat maju serta dapat membangun kesadaran bagi peserta didik agar dapat terus kritis terhadap persoalan persoalan yang terjadi disekitar.

Ditulis oleh: Sarah Rara Nesia – RIL 2017 (Skhole 2017)

Dokumentasi oleh: Pubdok Gerakan ITB Mengajar 2017

Sumber

http://kurikulum.kemdikbud.go.id

https://m.brilio.net/news/sudah-11-kali-ganti-ini-beda-kurikulum-pendidikan-dari-masa-ke-masa-150502x.

https://www.kompasiana.com/achmadkamil/pentingnya-kurikulum-terhadap-proses-pendidikan_55301fbd6ea834692f8b4591

#MulaidariSkhole

#SkholeITBMengajar

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *