BEM STTIF BOGOR

Microbeads adalah jenis plastik berukukran mikro berbentuk bulat. Beberapa microbeads tidak kasat mata saking kecilnya. Pernah jumpa microbeads ? microbeads lazim kita temukan pada produk sehari-hari seperti sabun cuci muka, pasta gigi, serta lulur wajah dan badan.

Plastik cilik ini paling banyak ditemukan di produk pembersih wajah, apalagi srcub. Kenapa ? spalnya industri menggunakan mircrobeads untuk mengekfoliasi kulit wajah kita. Untuk apasih eksfpliasi ? nah, masuk ke topik kecantikan nih!

Eksfoliasi dilakukan untuk mengagkan sel-sel kulit mati. Yaaaa supaya wajah tidak kusam dan tampak lebih bersih!

Eksfloiator ada yang alami dan ada yang buatan nih, contoh yang alaminya gula, garam, kopi, oatmeal, biji aprikot juga bisa.

Nah mengapa indsutri memilih microbeads alih-alih bahan alami? Taktik pemasaran tentu saja! Eksfloiator alami itu kasar di kulit jadi konsumen tidak mungkin sering-seing pakai karena takut kulit wajah tipis, dan anjuran pakai hanya dua kali seminggu.

Coba kamu scrub atau lulur wajah yang mengandung microbeads pasti lain “aman di gunakan setiap hari”. Nah, hubungannya apa ? ya jelas biar produk cepat habis dan segera beli lagi. More product sold, more in come!

Tahu nggak, satu kemasan sabun cuci mengandung 300.000 mengandung microbeads. BANYAK BANGET, tiga ratus ribu ini dengan mudahnya mengalir ke saluran air tanpa tersaring dan berakhir di laut.

Bentuk nya yang kecil sering disalah artikan sebagai telur ikan oleh organisasi laut. Ikan ikan kecil melahap microbeads karena mengira itu makanan. Partikel ini bisa dicerna ga kira-kira ?

Nggak, plastik micro ini mengendap begitu saja di perut ikan dan memberikan ilusi perut penuh jadi disangkannya sudah kenyang. Hal buruk nya, ya namanya plastik dapat menyerap racun di sekiling nya maka racun itu ikut terbawa ke perut ikan kecil, lalu ikan besar yang memakan ikan kecil lalu bertemu lah kita di piring saji. Yakin ikan yang kamu makan tidak terkontaminasi racun ? sulit di prediksi.

Dalam video tahun 2015, setiap harinya ada 15 triliun butir microbeads yang mengalir kelaut keci-kecil jadi bukit coba kau tumpuk semuanya, bakal jadi gunungan juga. Beberapa negara sudah melarang penggunaan microbeads, contohnya Amerika, Canada, Britania Raya. Indonesia ? belum. Akan tetapi kebanyakan produk berasal dari negara-negara itu jadi penurunan jumlah microbeads akan sangat signifikan. Ini tidak berarti produk Indonesia bebas microbeads. Nggak, kemarin ditemukan dalam produk lulur lokal.

Nah, bagaimana caranya mengetahui produkmu mengandung microbeads atau plastik micro ? bentar, sebelum bingung microbeads termasuk salah satu jenis plastik micro. Cek dan hindari produk yang mengandung : polyethylene (PE), polyeprophylene (PP), polyehylenetere terephthalate (PET), polymetilmethacrylate (PMMA), dan nylon. Polipropyleneglycol (PEG) tidak termasuk ya.

Hapalkan lalu cermati produk yang akan kamu beli. Pembaca story ini sebagian besar orang terpelajar, pernah baca jurnal ilmiah setidaknya. Kalian bisa cari sendiri literature mengenai microbeads. Menaruh kepedulian seperti ini pasti tidak sulit untuk kalian. Come on, kalian kan kaum melek literasi.

Sumber :

  1. org
  2. “What are microbeads? Which Product have microbeads in them ?” http://www.google.co.id//amp//s/www.express.co.uk/news/nature/705015/microbead-what-are-plastic-particles-which-product-toothpasteface-wash-scurb-cleaning/amp.
  3. “Why Those Little Plastic Microbeads in Your Soap Are So Bad” http://www.google.co.id//amp//s/gizmodo.com/why-those-little-plastic-microbeads-in-your-so-158867378/amp
  4. “How do yo do microbeads affect fish?” http://www.sainsfokus.com/article/nature/how-do-you-do-microbeads

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *