Penulis : Novrijal Azhar ‘Angkatan 19 (Juara 1 Esai Terbaik pada pelaksanaan RPLF (Regional Pharmaceutical Leadership Forum)

MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN. Para anggota ASEAN termasuk Indonesia telah menyepakati suatu perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. MEA adalah istilah yang hadir dalam Indonesia tapi pada dasarnya MEA itu sama saja dengan AEC atau ASEAN Economic Community. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bukanlah rencana yang dibuat baru-baru ini melainkan para pemimpin negara-negara ASEAN memilih tahun 2015 sebagai awal dari diberlakukannya pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara. MEA ini di latar belakangi oleh ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang kurang memadai dibandingkan dengan negara-negara maju di Eropa.

Farmasi adalah bidang yang banyak diminati oleh negara-negara maju dan berkembang, termasuk di negara ASEAN khususnya Indonesia. Bagi Indonesia peran tenaga farmasi itu sangat penting untuk pelayanan kesehatan karena di Indonesia sendiri sangat banyak orang sakit yang membutuhkan pelayanan informasi obat. Informasi obat kepada pasien sangat penting sekali, meskipun pasien sendiri terkadang sudah mengetahui indikasi salah satu obat yang dibeli di apotik apalagi di jaman sekarang yang sudah serba canggih, pasien pasti akan mencari tahu lewat gadget mereka. Meskipun begitu peran tenaga farmasi tetap dibutuhkan agar pasien mengetahui pasti tentang obat yang dibelinya di Apotik. Peran tenaga farmasi sangat membantu mengurangi angka kematian di Indonesia bahkan di seluruh dunia setiap tahunnya yang disebabkan oleh overdosis obat, salah menggunakan dan meminum obat oplosan oleh karena itu peran tenaga farmasi sangat penting untuk menginformasikan suatu obat kepada orang yang akan menggunakan obat tersebut. Dengan adanya MEA ini akan membantu untuk saling bertukar ilmu dengan tenaga farmasi yang di luar negeri.

Masyarakat Ekonomi ASEAN menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi tenaga farmasi. Tantangan berupa persaingan dengan negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara yang bisa saja mereka memiliki tenaga farmasi yang lebih berkompeten dan berkualitas dibandingkan negara kita. Hal tersebut tak dapat dipungkiri, karena salah satu dari ciri-ciri MEA adalah kawasan ekonomi dan pendidikan yang sangat kompetitif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan adanya kerja sama dari segala sektor untuk mendukung tenaga farmasi dengan meningkatkan segala kualitas khususnya untuk pelayanan farmasis agar dapat bersaing lebih kuat lagi dengan negara ASEAN yang lain.

Disamping itu, MEA juga memberikan peluang yang besar bagi tenaga farmasi jika dapat mengikuti keinginan pasar dan menghasilkan tenaga farmasi yang berkualitas. Hal tersebut tidak mustahil untuk kita lakukan, karena MEA masih mencakup negara-negara ASEAN. Tenaga farmasis dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam memenuhi standar ASEAN tersebut guna menghadapi persaingan dengan tenaga farmasis luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Jika hal tersebut tercapai, maka persaingan dalam MEA bukanlah sebuah tantangan yang perlu ditakuti.

Indonesia memang masih harus memperbaiki diri karena kita akan mengalami beberapa hambatan dalam menghadapi MEA, salah satunya mutu pendidikan di Indonesia faktanya masyarakat Indonesia masih banyak yang harus meninggalkan seragam sekolahnya karena diumur yang masih tergolong anak-anak mereka sudah harus mencari nafkah untuk kebutuhan mereka. Jika kita ingin menghadapi persaingan MEA Indonesia terlebih dahulu harus memperbaiki keadaan mutu pendidikan dan ekonomi agar bangsa ini tidak tertinggal oleh negara-negara lain. Terlebih lagi tenaga farmasi di Indonesia sekarang lagi melonjak hal ini dibuktikan dengan banyaknya Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (SMKF) baru di Indonesia.

Bukan hanya tenaga farmasi, industri farmasi juga pasti akan merasakan dampak yang sama dengan tenaga farmasi yaitu persaingan pasar bebas ASEAN. Industri farmasi merupakan salah satu dari sedikit industri yang selalu bertumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan industri farmasi ini tidak lepas dari peningkatan harapan hidup, bertumbuhnya populasi Indonesia dan meningkatnya pengeluaran untuk biaya kesehatan per kapita/tahun. Industri farmasi harus terus mempersiapkan langkah-langkahnya untuk menghadapi MEA ini agar dapat bersaing ketat dengan negara ASEAN yang lain. Tantangan bagi industri farmasi berupa persaingan dengan industri negara lain yang bisa saja mereka telah lebih unggul dari Indonesia dan memiliki produk-produk yang lebih bagus dan dan berkualitas. Dengan pertumbuhan penduduk Indonesia dan pertumbuhan ekonomi pasar Indonesia yang pesat, mungkin industri farmasi dapat bersaing dengan negara-negara yang ada di ASEAN.

Peluang bagi industri farmasi sendiri yaitu industri farmasi dapat menjual produk-produk lokal ke negara ASEAN, tetapi produk ini harus benar-benar mempunyai kualitas yang bagus agar tidak kalah bersaing dengan produk negara ASEAN yang lain. Untuk menciptakan produk yang berkualitas, industri farmasi harus lebih teliti lagi pada saat pembuatan produk dan harus lebih memperbaharui lagi informasi bahan obat terbaru.

Categories: Uncategorized

adminbem

Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Jl.Kumbang No.23, Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Uncategorized

Hello world!

Welcome to an official site of Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.